Archive for the ‘Pemilukada’ Category

Demikian pernyataan tersebut diungkapkan dalam sambutan Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, yang dibacakan Wakil Bupati H. M. Taufiq Mukri, pada Hari Peringatan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke 42, yang berlangsung di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kotim, Selasa 17 Desember pagi.

Pada kegiatan ini pula sekaligus dirangkai dengan HUT Dharma Wanita Persatuan ke 14, Hari Kesetiakawanan Nasional ke 49, dan Hari Menanam Pohon Indonesia, dan Bulan Menanam Nasional, serta Hari AIDS Sedunia.

Menurut H. M. Taufiq Mukri, hal ini sejalan dengan tema yang diangkat, pada hari ulang tahun ke-42 KORPRI tahun 2013, yakni “Dengan profesionalisme dan netralitas, KORPRI mendukung keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi untuk menjaga stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi, guna meningkatkan kesejahteraan masyarkat.

Melalui tema tersebut, segenap anggota KORPRI agar meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai aparatur pemerintahan. Diingatkan pula agar anggota KORPRI untuk tetap netral dalam proses demokrasi yang sedang tumbuh dan berkembang di tanah air.

Untuk itu menurut H. M. Taufiq Mukri, peringatan Hari KORPRI hendaknya dijadikan momentum guna meningkatkan dedikasi, profesionalisme, integritas dan semangat reformasi birokrasi bagi segenap anggota KORPRI, dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Ditegaskan Taufiq, dirinya tidak ingin mendengar adanya pelayanan publik  yang masih lambat. Reformasi birokrasi menurutnya telah dijalankan dalam sembilan tahun terakhir ini. Artinya esensi dari reformasi yang dijalankan adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk itu rakyat harus mendapat perlakuan dan pelayanan dari segenap aparatur pemerintahan dengan sebaik-baiknya.

Usai acara seremonial berakhir, kemuidan dilakukan penandatangan komitmen bersama tentang penanggulangan aids di lingkungan kerja,yang diwakili sejumlah perwakilan perusahaan. Berikutnya penyerahan beberapa uunit mobil ambulan untuk Puskesmas Ketapang 2 dan Puskesmas Parenggean. Secara simbolis turut dilakukan penyerahan bibit ulin, penyerahan trophy dan piagam kepada pemuda pelopor tingkat Kabupaten Kotim.

Normansyah SSTV

Prediksi penghitungan cepat atau Quick Count hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Seruyan yang digelar Lingkaran Survey Indonesia, tidak berjalan dengan lancar. Kesulitan mendapatkan jaringan seluler dari tim LSI yang berada di dua Kecamatan Seruyan Hulu dan Suling Tambun, membuat lsi tidak berani mengeluarkan  prediksi kemenangan pada dua pasangan calon.

Sistem Penghitungan Cepat atau Quick Count yang digelar lingkaran Survey Indonesia, pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Seruyan, di Hotel Idola Sampit, Kamis 04 April, tidak berjalan dengan lancar.

Hal ini di karenakan LSI belum bisa menerima laporan dari Tim Relawan dilapangan yang berada di dua Kecamatan yakni Seruyan Hulu dan Suling Tambun, lantaran kesulitan mendapatkan jaringan seluler di dua Kecamatan tersebut.

Dalam Konferensi Pers, pihak LSI mengakui tidak berani mengeluarkan klaim prediksi kemenangan dua pasangan Calon Kepala Daerah Seruyan, yang pada 04 April telah digelar Pemilihan Umum. Sebab LSI belum menerima seluruh laporan dari tim yang diterjunkan dilapangan.

Padahal LSI sendiri telah menjadwalkan sejak pukul 15.00 Wib hingga 19.Wib, telah melakukan konferensi Pers Quick Count penghitungan suara dengan disaksikan sejumlah awak media. Namun akibat kendala tersebut, membuat pelaksanaan Quick Count tidak bisa berjalan dengan maksimal. Hingga sore 05 April berita ini diturunkan, para awak media belum menerima hasil prediksi dari pihak LSI.

Pada Pemilukada Seruyan jumlah pemilih yang terdaftar sebanyak 116.674 jiwa, dengan jumlah tempat pemilihan suara sebanyak 344 TPS. Untuk pengambilan sampel sendiri pihak LSI melakukan pada 165 TPS yang tersebar secara acak di seluruh Kabupaten Seruyan.

Sementara itu,  dari informasi melalui sejumlah prediksi salah satunya seperti Versi Banua Institute, pasangan nomer urut 2 Ahmad Ruswandi dan sutrisno unggul 52.24 persen, dari lawannya pasangan nomer urut 1 pasangan Sudarsono dan Yulhaidir yang memperoleh suara sebesar 47.76 persen.

Meski demikian prediksi ini belum bisa menentukan siapa yang nantinya menjadi pemenang dalam pemilihan Kepala Daerah Seruyan periode 2014-2018, karena data yang kongkrit nantinya berdasarkan hasil dari rapat pleno yang digelar Komisi Pemilihan Umum Seruyan.

Ilham Syahhadi SSTV

Sebagai salah satu tahapan dari Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Seruyan periode 2013-2018, sebanyak dua pasangan calon mengikuti pengarahan tes kesehatan, pada Sabtu 12 Januari malam kemarin. Sedangkan Tim Pemeriksa Kesehatan ditangani langsung sebanyak 19 Dokter Ahli RSUD Dokter Murjani Sampit.

Pengarahan tes kesehatan yang berlangsung di aula RSUD Dokter Murjani Sampit ini dipimpin langsung oleh Yuendri Irawanto, yang juga menjabat sebagai Direktur pada salah satu rumah sakit rujukan di Kalimantan Tengah ini.

Sebanyak dua pasangan calon yang akan bertarung pada Pemilukada Seruyan Periode 2013-2018 mendatang, tampak pasangan bakal calon Kepala Daerah Ahmad Ruswandi-Sutrisno. Selain itu pasangan Sudarsono-Yulhaidir, bersama masing-masing tim sukses maupun pendukung kedua kandidat ini.

Dalam arahan yang disampaikan Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan, Yuendri Irawanto, mengatakan sesuai dengan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah, bahwa yang dinyatakan dalam pemeriksaan tersebut adalah kemampuan rohani dan jasmani. Artinya bukan sehat atau tidaknya bakal calon dari kedua pasangan tersebut.

Ditegaskan yuendri, dalam pemeriksaan secara medis terhadap kedua calon tersebut, pihaknya terdiri dari 19 dokter ahli yang berpengalaman dan sesuai bidangnya masing-masing dengan menjalankan tugas secara obyektif dan berbasis ilmiah. Selain itu bekerja secara independen dan berlaku profesional.

Menurut Yuendri melalui pemeriksaan ini kedua Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati harus mampu dalam hal fisik. Artinya dapat melakukan aktivitas kerja secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Sedangkan dari segi mental dapat membuat keputusan untuk mendiskusikan terhadap sebuah keputusan baik yang akan maupun yang sudah dibuat.

Kepada SSTV usai digelarnya Pengarahan Pemeriksaan Kesehatan, Calon Bupati Seruyan periode 2013-2018, Ahmad Ruswandi, mengatakan pada prinsipnya bersama pasangannya Calon Wakil Bupati Sutrisno, menyatakan siap untuk mengikuti pemeriksaan Kesehatan seraya berharap dapat berjalan lancar dan dirinya optimis dapat mengkuti rangkaian ini tanpa kendala berarti.

Sementara itu hal yang sama juga diutarakan salah satu calon lainnya pasangan Sudarsono-Yulhaidir, yang mengaku tidak ada persiapan khusus namun perlu beristirahat total guna menjalani pemeriksaan pada minggu paginya.

Sesuai tahapan selanjutnya, pada Minggu 13 Januari pagi, areal pemeriksaan kesehatan dinyatakan steril bagi masyarakat umum maupun tim sukses dan tidak diperbolehkan berada disekitar area pemeriksaan.

Normansyah SSTV

Sebagai salah satu tahapan dari Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Seruyan periode 2013-2018, sebanyak dua pasangan calon mengikuti pengarahan tes kesehatan, pada Sabtu 12 Januari malam kemarin. Sedangkan Tim Pemeriksa Kesehatan ditangani langsung sebanyak 19 Dokter Ahli RSUD Dokter Murjani Sampit.

Pengarahan tes kesehatan yang berlangsung di aula RSUD Dokter Murjani Sampit ini dipimpin langsung oleh Yuendri Irawanto, yang juga menjabat sebagai Direktur pada salah satu rumah sakit rujukan di Kalimantan Tengah ini.

Sebanyak dua pasangan calon yang akan bertarung pada Pemilukada Seruyan Periode 2013-2018 mendatang, tampak pasangan bakal calon Kepala Daerah Ahmad Ruswandi-Sutrisno. Selain itu pasangan Sudarsono-Yulhaidir, bersama masing-masing tim sukses maupun pendukung kedua kandidat ini.

Dalam arahan yang disampaikan Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan, Yuendri Irawanto, mengatakan sesuai dengan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah, bahwa yang dinyatakan dalam pemeriksaan tersebut adalah kemampuan rohani dan jasmani. Artinya bukan sehat atau tidaknya bakal calon dari kedua pasangan tersebut.

Ditegaskan yuendri, dalam pemeriksaan secara medis terhadap kedua calon tersebut, pihaknya terdiri dari 19 dokter ahli yang berpengalaman dan sesuai bidangnya masing-masing dengan menjalankan tugas secara obyektif dan berbasis ilmiah. Selain itu bekerja secara independen dan berlaku profesional.

Menurut Yuendri melalui pemeriksaan ini kedua Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati harus mampu dalam hal fisik. Artinya dapat melakukan aktivitas kerja secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Sedangkan dari segi mental dapat membuat keputusan untuk mendiskusikan terhadap sebuah keputusan baik yang akan maupun yang sudah dibuat.

Kepada SSTV usai digelarnya Pengarahan Pemeriksaan Kesehatan, Calon Bupati Seruyan periode 2013-2018, Ahmad Ruswandi, mengatakan pada prinsipnya bersama pasangannya Calon Wakil Bupati Sutrisno, menyatakan siap untuk mengikuti pemeriksaan Kesehatan seraya berharap dapat berjalan lancar dan dirinya optimis dapat mengkuti rangkaian ini tanpa kendala berarti.

Sementara itu hal yang sama juga diutarakan salah satu calon lainnya pasangan Sudarsono-Yulhaidir, yang mengaku tidak ada persiapan khusus namun perlu beristirahat total guna menjalani pemeriksaan pada minggu paginya.

Sesuai tahapan selanjutnya, pada Minggu 13 Januari pagi, areal pemeriksaan kesehatan dinyatakan steril bagi masyarakat umum maupun tim sukses dan tidak diperbolehkan berada disekitar area pemeriksaan.

Normansyah SSTV

Wahyudi K Anwar, yang pernah menjabat Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur selama dua periode, menyatakan telah memperoleh dukungan dan aspirasi dari masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Palangkaraya.  Tidak hanya itu, dirinya juga disebut-sebut untuk masuk dalam Bursa Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Kabupaten Seruyan.

Saat dikonfirmasi sejumlah media cetak dan elektronik, Selasa 26 Juni siang kemarin, Wahyudi tidak menampik adanya dukungan dan aspirasi masyarakat untuk turut maju dalam persaingan Calon Walikota Palangkaraya maupun Calon Bupati Seruyan periode 2013-2018 mendatang.

Walaupun telah memperoleh dukungan secara lisan dari masyarakat, menurut Wahyudi hingga kini belum memutuskan apakah  akan maju ataupun sebaliknya baik sebagai Calon Walikota maupun Bupati di Kabupaten Seruyan.

Demikian pula apabila nantinya mencalonkan diri, dirinya juga belum memutuskan apakah melalui jalur Partai Politik ataupun Jalur Independen atau Perseorangan. Seraya secara diplomatis dirinya juga mengatakan, akan melihat keadaan  dan  situasi yang berkembang di lapangan.

Wahyudi mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang mengajukan dirinya dan pada prinsipnya masih melihat kemungkinan-kemungkinan terhadap dukungan dan aspirasi dari masyarakat dan bagaimanapun sebagai Calon Walikota maupun Bupati masih melihat kondisi yang ada.

Meski demikian menurut Wahyudi, sebelum mengambil keputusan apakah mencalonkan diri atau tidak, semuanya harus dipertimbangkan dengan matang termasuk segala persiapan lain yang sangat dibutuhkan untuk maju pada pertarungan tersebut.

Terkait dengan perahu politik diakui Wahyudi, memang masih belum ada dukungan resmi oleh Partai Politik karena dirinya hanya melihat masalah ini sehingga kedepan dirinya akan mengambil sikap apakah mencalonkan atau tidak. Namun pada prinsipnya sebagai Warga Negara dan diatur oleh Undang-Undang setiap warga negara berhak mencalonkan diri baik sebagai walikota, Bupati, bahkan Gubernur sekalipun.

Untuk diketahui, Pemilukada di Kabupaten Seruyan akan digelar pada tanggal 4 April 2012 mendatang, namun hingga kini belum ada yang secara resmi menyatakan kesediaannya untuk maju pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Normansyah SSTV