Archive for the ‘Pertanian’ Category

Akibat sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak jenis solar bersubsidi, membuat para Petani Desa Lempuyang Kecamatan Mentaya Hilir Selatan tidak dapat menggunakan mesin handtraktor untuk mesin pembajak maupun penggiling padi mereka. Apabila hal tersebut tidak segera ditangani, maka program Pemkab Kotim dalam mewujudkan peningkatan Produksi Swambedaya Beras tahun 2014 mendatang tidak akan tercapai.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan, Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan, Ir Zakatan, beserta jajarannya dan salah satu pihak Petani Desa Lempuyang, Mustafi’in, Ketua Gabungan Kelompok Tani Sinar Harapan Sei Badidih, menyambangi pihak pengawas SPBU Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Adi, Senin 21 Oktober kemarin.

Kedatangan mereka ini ingin mengetahui permasalahan yang terjadi pada petani Desa Lempuyang, terkait sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Bersubsidi jenis Solar dalam mengoperasikan Mesin Handtracktor Pembajak Padi dan Penggiling Padi. Sebab tanpa adanya Bahan Bakar Minyak, para Petani tidak bisa menggarap ladang sawahnya sesuai target yang diinginkan.

Menurut pihak Pengawas SPBU, Adi menuturkan, pihaknya sudah memberikan kebijakan melayani pihak Sektor Pertanian dalam jangka 3 bulan hanya terbatas maksimal 2 hektar. Hal ini sesuai Peraturan yang telah ditetapkan, untuk itu pihaknya tidak bisa melayani lebih diatas 2 hektar.

Sementara itu, Jakatan, mengatakan dari Peraturan Presiden Nomor 12, memang Sektor Pertanian hanya bisa mendapatkan jatah BBM bersubsidi solar maksimal 2 Hektar, tetapi kebutuhan yang diperlukan lebih dari itu bahkan tidak menentu.

Dalam mengatasi hal tersebut, Jakatan, segera mungkin akan meminta kepada Bupati Kotim untuk melayangkan Surat ke Depo Pertamina Sampit, agar bisa bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk memenuhi Sektor Pertanian dalam penyaluran BBM subsidi solar khusus.

Sementara itu, kebutuhan BBM Subsidi Solar saat ini sangat dibutuhkan untuk 380 Unit Handtracktor dengan menghabiskan perharinya enam liter solar, per unit. Sehingga Dinas Pertanian akan meminta suplai BBM bagi Sektor Pertanian di Kotim sebanyak 50 liter Solar dalam jangka pertengahan bulan November hingga awal Desember tahun 2013 ini.

Apabila tidak mencukupi, pihaknya dapat meminta kembali penambahan suplay minyak solar. Hal ini dalam upaya mewujudkan peningkatan Produksi Swasembada Beras di Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2014 mendatang, sesuai keinginan Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi.

Ramadan Saputra SSTV

Pekarangan rumah meski cukup sempit apabila ditata dengan baik dapat digunakan untuk menyalurkan hobby seperti bercocok tanam. Namun yang terpenting pemanfaatan pekarangan rumah dapat digunakan sebagai usaha produktif, yang memberikan keuntungan secara ekonomis, terutama penyediaan kebutuhan pangan rumah tangga.

Beragam tanaman sayuran dan buah-buahan ini tampak tertata rapi dan asri dilingkungan jalan Ketapi 1 RT.14 Kelurahan Mentawa Baru Hilir Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit. Menggunakan sisi jalan selebar 30 Centimeter, beragam tanaman buah-buahan hingga sayur seperti Tomat, Cabe, hingga Daun Bawang ini terlihat tumbuh subur hingga menjadikan sebuah pemandangan menarik bagi warga sekitar.

Tak pelak suasana segar dan indah dipandang mata ini membuat sumringah dan bangga Camat Mentawa Baru Ketapang Ahmad Sarwo Oboy, bersama Lurah Mentawa Baru Hilir Irfansyah, saat meninjau langsung pekarangan tersebut, Rabu 9 Oktober sore kemarin. Betapa tidak, pemanfaatan pekarangan rumah atau yang lebih dikenal dengan Kawasan Rumah Pangan Lestari atau KRPL, terus diintensifkan kedua pejabat Pemerintahan ini.

Bak gayung bersambut salah satunya seperti dilingkungan jalan Ketapi 1 RT.14 Kelurahan Mentawa Baru Hilir, seluruh masyarakat dengan antusias menyambut baik dan mendukung penuh program yang digagas Kementrian Pertanian. Model Kawasan Rumah Pangan Lestari ini merupakan percontohan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan, memilikki nilai estetika, serta bermanfaat secara ekonomis sebagai pemenuhan gizi keluarga.

Program tersebut akhirnya dibuktikan warga sekitar jalan Ketapi 1 Sampit, seperti dapat anda saksikan terdapat beragam tanaman sayur, tanaman obat keluarga, hingga bermacam tanaman buah-buahan yang tumbuh dengan suburnya pada masing-masing halaman rumah warga.

Menariknya pada suasana ini apalagi saat menjelang sore hari sembari melepas lelah dan menghilangkan kepenatan usai beraktivitas, para warga dengan menggunakan peralatan ember dan gayung, dengan penuh keceriaan dan telaten menyiram tanaman masing-masing sehingga terlihat lebih segar.

Kepada SSTV menurut Ketua RT. 14 Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Prihatin, mengungkapkan keberadaan kawasan rumah pangan lestari ini sangat membantu dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga sehingga sangat bermanfaat secara ekonomis.

Ditambahkan prihatin, bersama warga lainnya mereka sepakat akan terus mengembangkan pemanfaatan pekarangan ini dengan menanam berbagai bibit lainnya sehingga suasana perkampungan akan lebih hidup, segar, indah, dan sehat.

Keberhasilan warga RT.14 Kelurahan Mentawa Baru Hilir dengan mengembangkan beragam tanaman ini tidak terlepas dari peran serta Kelompok Wanita Tani “Sari Jeruk” yang berlokasi di jalan Jeruk Satu Sampit. Artinya dari seluruh bibit tanaman yang disebar diseluruh pekarangan rumah di Wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, di tempat inilah bibit tersebut dikembangkan hingga siap untuk ditanam.

Sebagai lokasi pembibitan utama, beragam tananam ini dikembangkan di halaman rumah Nyonya Hajjah Waridah, yang memilikki halaman luas disekitar tempat tinggalnya. Ternyata hobby yang sama juga ditekuni oleh sang suami bernama pak Sakir, sehingga jadilah hampir pada seluruh kawasan pekarangan rumah ini terlihat segar dan asri.

Menurut Hajjah Waridah, keberhasilan dalam tehnik pengelolaan dan penanaman beragam bibit ini merupakan hasil dari diskusi dan urun rembug dari seluruh peserta kelompok tani ini.

Hajjah Waridah mengatakan, agar pengelolaan tanaman ini selalu subur, para anggota memberlakukan sistem piket terjadwal dengan shift pagi oleh dua orang, dan sore oleh dua anggota kelompok sehingga tanaman selalu subur setiap hari.

Ditambahkan Hajjah Waridah, para ibu-ibu sekitar sangat senang dan bangga apalagi bibit yang mereka tanam telah siap untuk dipanen. Bahkan menurutnya setiap pertemuan rutin para ibu saling berbagi cerita terkait keberhasilan penanaman bibit pada pekarangan rumah masing-masing.

Sementara itu menurut Camat Mentawa Baru Ketapang Ahmad Sarwo Oboy, mengatakan program ini merupakan pembinaan yang intensif dari jajaran Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Kotim, disertai semangat tinggi dari Kelompok Wanita Tani Sari Jeruk untuk lebih berkembang.

Sarwo Oboy menuturkan, dengan adanya kegiatan ini untuk menumbuh kembangkan semangat para ibu untuk lebih mencintai lingkungan, serta mendatangkan manfaat yang lebih bernilai ekonomis terutama untuk lingkungan rumah tangga.

Menurut Oboy, pekarangan merupakan lahan disekitar rumah dengan batas pemilikan yang sudah jelas baik dipagar maupun tidak dipagar. Pekarangan dapat memberikan manfaat bagi pemiliknya sehingga suasana sekitar akan terlihat lebih hijau dan asri, selain digunakan untuk menyalurkan hobi bercocok tanam.

Ditambahkan Sarwo Oboy, Model KRPL juga dapat digunakan sebagai lumbung pangan masyarakat. Dengan demikian pola konsumsi pangan masyarakat juga akan lebih baik karena sumber daya manusia yang berkualitas memerlukan makanan yang bergizi tinggi dan lengkap untuk menjalankan aktifitas secara aktif dan produktif. Ditegaskan Oboy, pangan bergizi seimbang tidak harus mahal, tapi bisa diperoleh dari memanfaatkan pekarangan kita.

Normansyah SSTV

 

Salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga adalah melalui Rumah Pangan Lestari atau RPL. Caranya dengan menanam dan mengembangkan beragam sayuran di lingkungan rumah sehingga hasilnya dapat dipetik langsung, tanpa perlu membeli ke pasar.

Bertempat di Aula Pertemuan Kelurahan Baamang Hilir, dilangsungkan kegiatan Penyerahan Bibit Rumah Pangan Lestari atau RPL, yang merupakan program Bantuan Bibit Sayuran dari Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu 18 September siang.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Baamang – HM Yusransyah, Ketua Tim Penggerak PKK Baamang, Hajjah Rusnilawati, Kepala Seksi  Keanekaragaman Hayati Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Nur Jubaedah. Serta Ketua RPL semangat bersama, beserta 30 anggota yang tergabung didalamnya.

Dalam sambutan Lurah Baamang Hilir, Fachrudin, mengharapkan agar bantuan beragam bibit sayuran ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin terutama dalam pemeliharaan dan perawatan sayuran secara intensif. Sebab hasil yang diperoleh menurut Lurah Fachrudin merupakan kesempatan emas bagi anggota dalam membudidayakan beragam sayuran bagi keperluan rumah tangga.

Selain itu diungkapkan Fachrudin, seluruh anggota secara intensif melakukan koordinasi kepada Petugas Penyuluh Pertanian, sehingga tanaman yang dikembangkan akan membawa manfaat dan hasil dalam pemenuhan kebutuhan keluarga terutama produk sayur-sayuran ini.

Sementara itu dalam arahan yang disampaikan Camat Baamang – HM. Yusransyah, menandaskan pentingnya pemanfaatan lahan disekitar rumah dengan menanam sayuran dan beragam tumbuhan lainnya. Sebab melalui tanaman inilah akan menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup untuk bernafas.

HM. Yusransyah juga mengingatkan, pada halaman rumah harus disisakan hamparan tanah untuk tidak dilakukan penyemenan secara menyeluruh. Kalaupun dilapis semen, diharapkannya agar sebagian saja dilakukan, sebab tanah dihalaman rumah masih berfungsi untuk menyerap air seperti ketika terjadi hujan, atau yang dikenal dengan istilah Bio-Floor.

Sedangkan dalam sambutan Kepala Seksi Keanekaragaman Hayati Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan, Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Nur Jubaedah, mengungkapkan, Kelurahan Baamang merupakan salah satu wilayah yang terpilih bersama 10 desa laiinya, dari sebanyak 162 Desa di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sebagai Wakil Desa yang terpilih melalui Program Rumah Pangan Lestari ini, para anggota dari kelompok semangat bersama Kelurahan Baamang Hilir ini dapat memanfaatkan kesempatan emas ini. Sebab menurut Nur Jubaidah, manfaat dari tanaman yang dipelihara bertujuan dalam upaya mencapai derajat kesehatan yang baik melalui konsumsi sayuran. Selain itu sebagai peluang ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam lingkungan rumah tangga.

Kepada SSTV menurut Ketua Kelompok Tani Semangat bersama  Kelurahan Baamang Hilir, Masyati, menyatakan setelah terbentuknya kelompok tani ini pihaknya rajin melakukan pembibitan sejumlah tanaman beserta cara penanaman, seraya memberikan apresiasi tinggi atas program pembibitan ini.

Sementara itu menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Baamang Hilir, Dena Fachrudin, mengatakan program bantuan pembibitan ini diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kepala Seksi Keanekaragaman Hayati Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan, Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Nur Jubaedah, mengungkapkan dengan adanya kegiatan KRPL ini diharapkan kepada anggota bisa mengembangkan pemanfaatan pekarangan rumah sehingga dapat mensuplai kebutuhan gizi keluarga terutama karbohidrat protein dan hewani maupun nabati.

Ditambahkan Nur Jubaedah, program kawasan rumah pangan lestari juga mengembangkan tanaman obat keluarga, peternakan, dan perikanan, dengan harapan dapat membantu ekonomi keluarga baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual ke pasar.

Normansyah SSTV

 

 

Kelompok Wanita Tani Harapan Baru Bengkirai Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang menggelar Pesta Panen Raya Jagung dan Lele, Kamis 12 September yang lalu. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka syukuran satu tahun terbentuknya Kelompok Tani dari Program KRPL. Hal ini dengan harapan agar Dinas Pertanian dan Perternakan Kotim dapat terus memberikan pembinaan, seperti  dengan bimbingan kontinyuitas.

Kegiatan Pesta Panen Raya Jagung dan Lele ini ditandai dengan acara pemotongan nasi tumpeng yang oleh dilakukan Ketua Kelompok Wanita Tani Harapan Baru Bengkirai Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang, dalam rangka syukuran satu tahun berjalannya kelompok tani dari program KRPL ini.

Menurut Lurah Baamang Hulu Sufiansyah mengatakan, kawasan Kebun Kelompok Wanita Tani Harapan Baru Bengkirai mempunyai luas sekitar  18 x 40 Meter. Sebelumnya wilayah ini merupakan kawasan terisolasi atau tidak memiliki program apapun. Tetapi dengan dukungan Pemerintah Daerah, pihak Dinas Pertanian dan Peternakan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan, melalui program KRPL Pemerintah Pusat, akhirnya kebun ini dapat dimanfaatkan yang dapat dijadikan tolak ukur perekonomian masyarakat menengah ke bawah.

Selain itu, warga setempat juga sangat antusias, di mana mereka yang memiliki dominan berlatar belakang sebagai petani ini sangat mudah diberikan pembinaan sesuai Program Pemerintah tentang ketahanan pangan. Untuk itu diharapkan kepada Pemerintah Daerah Kotim agar tetap terus mendorong para petani mereka dengan memberikan bimbingan secara kontinyuitas.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pertanian Peternakan, Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan Kotim, Ir. Jakatan mengatakan kegiatan panen raya ini merupakan sebuah program KRPL dari Kementerian Pertanian yang menggunakan dana APBN, berupa bentuk Bantuan Sosial atau Bansos. Selain itu juga kelompok wanita di Kecamatan Baamang ini memiliki jiwa tani yang sangat tinggi, dimana dapat mengembangkan potensinya sebagai Kelompok Wanita Tani Percontohan, dan dapat menjadi ajang pusat kunjungan bagi para kelompok tani lain yang ada di Kotim.

Jakatan menambahkan, program KRPL pada tahun 2013 di Kabupaten Kotawaringin Timur telah berjalan sebanyak 13 kelompok. Di antaranya 11 Kelompok Tani bantuannya berasal dari Bantuan Dana APBN dan 2 Kelompok Tani lainnya dananya berasal dari Swadaya Pengusaha. Dimana juga difasilitasi oleh Pemerintah Pusat melalui jalur BPTP atau disebut Balai Penggantian Teknologi Pertanian Provinsi Kalteng. Dengan keunggulan BPTP ini para Kelompok Tani dapat mengelola dana sendiri hingga dapat berkembang dengan baik sampai sekarang ini.

Ramadan Saputra SSTV

Apresiasi serta kebanggaan patut diberikan pada 5 orang Perwakilan Kotim yang berhasil menerima Penghargaan Nasional di Bidang Pertanian, dari 13 Kabupaten dan 1 Kota, Kabupaten Kotawaringin Timur berhasil mendominasi penghargaan tersebut. Atas keberhasilannya para Petani, Penyuluh, BPP serta Gapoktan berprestasi ini, menjadi Wakil Kalimantan Tengah menerima langsung penghargaan dari Menteri Pertanian, serta mendapatkan udangan khusus mengikuti acara kenegaraan, dengan bersilaturahmi langsung bersama Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Untuk meningkatkan kinerja, motivasi, kompetensi dan profesionalisme penyuluh serta meningkatkan kinerja Balai Penyuluhan Pertanian maupun kinerja para pelaku utama seperti Petani, Gabungan Kelompok Tani dan Kelembagaan Ekonomi Petani, dalam mendukung pencapaian target Swasembada dan Swasembada berkelanjutan, Kementerian Pertanian telah melakukan pembinaan berupa pemberian penghargaan kepada para Penyuluh Pertanian PNS, Penyuluh Swadaya dan THL-TBPP, Balai Penyuluhan Pertanian, Gabungan Kelompok Tani, Kelembagaan Ekonomi Petani, Pengelola P4S,Widyaiswara dan Dosen STPP.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2013 ini acara pemberian penghargaan diberikan bersamaan dengan rangkaian Acara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68.

Penerima Penghargaan Tingkat Nasional tahun 2013 ini, diberikan kepada sekitar 217 orang diantaranya, 33 orang Petani Berprestasi, 33 Gapoktan Berprestasi, 21 Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi, 33 Penyuluh Pertanian PNS Teladan, 31 Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan, 33 THL-TB Penyuluh Pertanian Teladan, serta 33 Balai Penyuluhan Kecamatan Berprestasi yang mewakili 33 Provinsi. Mereka yang menerima penghargaan ini secara khusus mendapatkan undangan, turut hadir dalam acara kenegaraan.

Sementara itu, pada hari pertama tepatnya pada tanggal 15 Agustus, para Teladan Nasional ini disambut hangat oleh Panitia dari Kementrian Pertanian, bertempat di Hotel Kaisar Jakarta.

Setelah beristirahat sejenak, keesokan harinya di hari kedua tanggal 16 Agustus, seluruh Teladan Nasional ini bertolak menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, dengan menggunakan Bus Angkutan Khusus, guna menghadiri pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono.

Rasa haru dan kebahagiaan terpancar dari wajah seluruh peserta, dinama momen ini merupakan sebuah kebanggaan bagi mereka, karena bisa mendapatkan sebuah penghargaan turut hadir menyaksikan secara langsung para petinggi di Indonesia ini, terlebih bisa bertatap muka langsung dengan orang nomer satu di Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono.

Usai menghadiri Pidato Kenegaraan, malam harinya seluruh perserta di ajak ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, menghadiri upacara malam renungan suci.

Hari ketiga tanggal 17 Agustus, para peserta ini pun kembali bertolak menuju Istana Negara, guna mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT RI ke-68. Momen ini tentunya menjadi penghargaan yang bisa dikenang sepanjang masa dan tentunya mereka tidak bisa membayangkan, betapa bahagianya mendapatkan kesempatan yang berharga, turut hadir dalam Upacara Peringatan Hari Bersejarah bagi Bangsa Indonesia ini.

Usai menghadiri Upacara Kenegaraan, selanjutnya seluruh Teladan Nasional ini, menerima penyerahan penghargaan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia,Suswono, bertempat di Auditorium, Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Sedangkan pada tanggal 18 Agustus, mereka menghadiri silaturahmi Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, bertempat di Jakarta Internasional Expo Kemayoran.

Sementara itu, menerima Penghargaan Teladan Nasional ini, merupakan sebuah kebanggaan bagi Kabupaten Kotawaringin Timur. Dimana dari 6 orang Perwakilan Teladan Kalimantan Tengah yang dikirim, Kotim berhasil mengirimkan sebanyak 5 orang wakilnya menerima Penghargaan Nasional Bidang Pertanian tersebut.

 

Diantaranya Yulin Hemawati sebagai Penyuluh Pertanian PNS Teladan, Suwarno sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan, Sajuri sebagai Petani Berprestasi, Gapoktan Catur Tani sebagai Gapoktan Beprestasi, serta BPP Cempaga sebagai BP3K Beprestasi. Sedangkan  satu-satunya penghargaan tersisa diraih Kota Palangka Raya atas nama Cristiyani Margaretha sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan.

Ilham Syahhadi SSTV

 

 

Pemerintah daerah diharapkan dapat lebih memperhatikan pembangunan pertanian didaerah seperti Infrastruktur jalan dan sarana prasarana pertanian. Sebab pembangunan sarana pendukung bagi kelancaran usaha pertanian masih dirasakan minim oleh para petani.

Hal tersebut diungkapkan Muslih, salah satu anggota dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Parebok baru saat mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kotim, usai mengikuti upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68, di Stadion 29 Nopember Sampit, Sabtu 17 Agustus lalu.

Menurut Muslih, dari Gabungan Kelompok Tani Parebok Baru, yang juga mendapatkan prestasi juara dua tingkat Kabupaten Kotim, mengatakan keberhasilan prestasi ini karena dapat mengelola keuangan yang merupakan anggaran dari bantuan Pemerintah Daerah. Selain itu juga dapat melakukan kegiatan pertanian dilapangan dengan baik.

Diharapkan muslih, pihaknya ingin Pemerintah Daerah Kotim lebih memperhatikan kegiatan dalam pembangunan Pertanian yang ada di Sampit, khususnya pertanian di Desa Parebok, yakni berupa peningkatan infrasatruktur jalan dan sarana prasarana pertanian serta saran pendukung lainnya.

Sebab lahan Pertanian Kelompok Tani Gapoktan yang seluas 1.500 Hektar ini, hanya bisa menggarap sampai seluas 600 Hektar, dengan menggunakan alat tradisional. Hal ini karena kelompok tani mereka sangat minim sarana prasarana pertanian maupun infrastruktur jalan desa parebok menuju lokasi pertanian.

Muslih menambahkan, Gapoktan sangat apresiasi terhadap Pemerintah Daerah yang masih peduli kepada para petani yang telah memberikan penghargaan. Hasil ini menurut Muslih untuk lebih memacu semangat mereka membangun Pertanian yang lebih baik lagi, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kotim.

Ramadan Saputra SSTV

Prestasi membanggakan diraih Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan berhasil mendominasi perolehan Penghargaan Nasional Bidang Pertanian Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Dari enam kategori sebanyak 5 diantarannya di raih Kotim, atas prestasinya kelima Wakil Pertanian tersebut berhak menjadi Wakil Kalteng, menerima Penghargaan Presiden, dan turut serta menjadi tamu pada upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia Tanggal 17 Agustus nanti.

Didampingi Kepala Dinas serta Sekretaris Pertanian Peternakan, Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan, Ir Zakatan dan Multazam, kelima Calon Penerima Penghargaan Nasional Bidang Pertanian bertemu Bupati Kotim, H Supian Hadi, Wakil Bupati, HM Taufiq Mukri, Sekretaris Daerah, Putu Sudarsana dan Asisten II, Halikin Noor, bertempat diruang Wakil Bupati, Senin 12 Agustus.

Dalam kesempatan tersebut, Multajam, menyampaikan dari enam kategori yang diikut sertakan pada Penghargaan Nasional Bidang Pertanian Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, lima diantarannya di raih Kotim, diantaranya penerima penghargaan tersebut adalah Yulin Hemawati sebagai Penyuluh Pertanian PNS Teladan, Suwarno sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan, Sajuri sebagai petani berprestasi, Gapoktan Catur Tani sebagai Gapoktan Berprestasi, serta BPP Cempaga sebagai BP3K berprestasi. Sedangkan  satu-satunya penghargaan tersisa diraih Kota Palangka Raya atas nama Cristiyani Margaretha sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan.

Para penerima Penghargaan Nasional Bidang Pertanian ini diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan langsung dari Menteri Pertanian, Suswono. Mereka juga akan mengikuti rangkaian Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan menghadiri ramah tamah dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam kesempatan tersebut selaku Kepala Dinas Pertanian, Zakatan, mengatakan Penghargaan ini merupakan kebanggaan luar biasa bagi Kabupaten Kotawaringin Timur, dirinya berharap prestasi tersebut bisa jadi Motivasi bagi masyarakat Kotim, khususnya para petani untuk lebih meningkatkan Bidang Pertanian Kotim ini. Meski demikian Zakatan menambahkan, segala prestasi yang diraih tersebut, semuannya tidak lepas dari kerjakeras para Petani maupun Penyuluh, terlebih dukungan Pemerintah Daerah yang tidak kenal lelah membantu hingga Sektor Pertanian di Kotim ini terus mengalami kemajuan.

Sementara itu, Bupati Kotim, Supian Hadi, mengaku terharu dan bangga atas prestasi yang berhasil ditorehkan para pelaku Pertanian di Daerah ini, dia berharap prestasi ini bisa terus ditingkatkan demi peningkatan Pertanian di Kotim.

Secara khusus, Supian mengungkapkan keseriusannya dalam mendorong peningkatan Pertanian di daerah ini, menurutnya Sektor Pertanian mempunyai potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kemajuan daerah dan masyarakatnya. Menurutnya suatu daerah yang memiliki pertanian yang maju, maka secara otomatis kesejahteraan masyarakatnya juga akan meningkat, hal tersebut yang membuat dirinya sangat serius memperhatikan Sektor Pertanian, apalagi potensi Pertanian di Kotim ini sangat besar dan menjanjikan.

Ilham Syahhadi SSTV

Pekarangan rumah meski cukup sempit apabila ditata dengan baik dapat digunakan untuk menyalurkan hobby seperti bercocok tanam. Namun yang terpenting pemanfaatan pekarangan rumah dapat digunakan bagi usaha produktif yang memberikan keuntungan secara ekonomis.

Beragam tanaman sayuran dan buah-buahan ini tampak tertata rapi dan asri dilingkungan Komplek Bumi Raya 4 Kelurahan Baamang Barat. Menggunakan media Polibag, tanaman Sayur seperti bunga kol ini terlihat tumbuh subur hingga menjadikan sebuah pemandangan menarik bagi warga sekitar.

Selain itu juga terdapat tanaman cabe rawit pada pekarangan rumah ini, maupun berbagai jenis tanaman lainnya yang dapat tumbuh subur di masing-masing rumah warga. Bagi masyarakat sekitar, Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) ini mulai berjalan sejak satu bulan lalu dan sangat disambut antusias oleh warga.

Untuk mengetahui Pelaksanaan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) ini, istri Menteri Riset Dan Tehnologi, Nyonya Violet Burhanuddin Hatta, melakukan peninjauan di Komplek Bumi Raya 4 Kelurahan Baamang Barat Sampit, Sabtu 3 Agutus siang.

Didampingi Istri Sekretaris Daerah, Gusti Ayu Muliarti Aryani, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Baamang, Hajjah Rusnilawati, Violet Hatta melakukan dialog dengan warga sekitar. Dirinya juga memberikan arahan terkait Program Pemerintah Pusat terkait Kawasan Rumah Pangan Lestari ini.

Menurut Violet, pekarangan merupakan lahan disekitar rumah dengan batas pemilikan yang sudah jelas baik dipagar maupun tidak dipagar. Pekarangan dapat memberikan manfaat bagi pemiliknya sehingga suasana sekitar akan terlihat lebih hijau dan asri, dapat juga digunakan untuk menyalurkan hobi bercocok tanam. Selain itu hasil dari pemanfaatan pekarangan dapat digunakan untuk pemenuhan Gizi Keluarga maupun usaha Produktif yang memberikan keuntungan ekonomi.

Ditambahkan Vioelt, model KRPL juga dapat digunakan sebagai Lumbung Pangan masyarakat. Dengan demikian pola konsumsi pangan masyarakat juga akan lebih baik karena sumber daya manusia yang berkualitas memerlukan makanan yang bergizi tinggi dan lengkap untuk menjalankan aktifitas secara aktif dan produktif. Pangan bergizi seimbang tidak harus mahal tapi bisa diperoleh dari memanfaatkan pekarangan kita.

Normansyah SSTV

Prestasi demi prestasi terus diukir oleh para Petani dan Nelayan Perwakilan Kabupaten Kotawaringin Timur, seperti pada Even Pekan Daerah ke 10 Kontak Tani Nelayan andalan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Pada event yang digelar di Kabupaten Gunung Mas beberapa waktu lalu, dari sejumlah kategori yang diperlombakan, Kotim berhasil menyabet prestasi pada 5 kategori.

Acara Pembukaan Pekan Daerah ke 10 Kontak Tani Nelayan Andalan Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ini, di hadiri langsung Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang. Sedangkan lokasi pelaksanaan bertempat di Kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas. Dalam kesempatan tersebut, pada acara pembukaan, Gubernur juga berkesempatan melakukan penanaman pohon, serta menyerahkan bantuan alat Pertanian berupa Handtraktor.

Usai kegiatan seremonial tersebut, rombongan Gubernur melanjutkan dengan melakukan kunjungan kesejumlah Stand Pameran peserta dari masing-masing daerah, pada kesempatan tersebut, ketika memasuki stand Kotim, kedatangan orang nomer satu di Kalimantan Tengah tersebut, langsung disambut hangat oleh Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kotim, Ir Zakatan, serta seluruh Kontingen Kotim.

Selain memberikan tanda tangan pada buku daftar hadir tamu, Gubernur juga menerima souvenir yang diserahkan langsung salah seorang Perwakilan Kontingen Kotim.

Sementara itu, pada PEDA ke-10 KTNA tingkat Provinsi ini, Kotim merupakan kontingen yang layak menjadi perhitungan seluruh perwakilan Kabupaten lainnya. Hal ini dibuktikan dari sejumlah kategori yang diperlombakan, Kontingen Kotim berhasil menyabet prestasi di lima kategori lomba.

Diantaranya lomba menangkap Ikan, mengupas kacang tanah kering, Festifal Karya Penyuluh pada tingkat Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian, Tingkat Penyuluh Pertanian Swakarsa, serta memilih bibit itik Jantan dan Betina, semuannya berhasil di raih Kotim dengan predikat juara 3.

Sedangkan pada kategori pameran yang memperlihatkan produksi olahan rumah tangga, lantaran secara 2 tahun berurutan Kotim mendapat predikat peserta Pameran Terbaik, maka pada Kategori ini Kotim tidak diikut sertakan, sebaliknya juga pada Kategori Penyuluh PNS Teladan juga tidak diikut sertakan, karena Perwakilan Kotim telah terdaftar sebagai Wakil Kalimantan Tengah yang akan dikirim guna mengikuti penyuluh PNS Teladan tingkat Nasional.

Ilham Syahhadi SSTV

Meningkatkan Pembangunan di Sektor Pertanian merupakan prioritas  utama yang kini terus digalakan Pemerintah Daerah Kotawaringin Timur. Hal ini tidak lepas dari dukungan yang dilakukan Pemkab Kotim terhadap Program  Pemerintah Pusat guna mencapai peningkatan Produksi Beras Nasional ditahun 2014. Melalui pekan daerah Kontak Tani Nelayan Andalan, akan menjadi wadah yang tepat bagi para petani dalam memperkaya pengetahuan di Bidang Pertanian, sehingga hasil pengalaman tersebut nantinya dapat bermanfaat pembangunan kemajuan Sektor Pertanian di Kotim ini.

Demikian pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kotawaringin Timur, HM Taufiq Mukri, ketika memberikan sambutan dalam acara pelepasan kontingen Kotim, pada pertemuan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2013 di Kabupaten Gunung Mas, beberapa waktu lalu.

Menurut Taufik, pekan daerah merupakan acara pertemuan rutin KTNA sebagai persiapan menghadapi Pekan Nasional. Sehingga sebagai wahana bagi para petani dan nelayan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat menjadi wadah konsolidasi, pengembangan diri, apresiasi, kemitraan serta ajang promosi hasil pertanian yang diselenggarakan secara teratur dan berkelanjutan.

Melalui peda ke-10 ini, juga membuka kesempatan bagi petani maupun nelayan untuk saling mengisi dalam upaya memperkuat agribisnis, kegiatan ini tentunya tidak menutup kemungkinan mampu mengubah petani, nelayan menjadi lebih bergairah terhadap pembangunan pertanian di daerah pada umumnya.

Diakui Taufik, Kabupaten Kotawaringin Timur, merupakan Kabupaten di Kalimantan Tengah yang tidak pernah absen mengikuti kegiatan peda tersebut, bahkan pada beberapa even Kotim seringkali meraih prestasi, hal ini membuktikan Sektor Pertanian di Kotim terus mengalami kemajuan.

Taufik menambahkan, saat ini pertanian merupakan salah satu yang menjadi prioritas Pemerintah Kotim, dalam mendukung program pemerintah pusat melalui program peningkatan Produksi Beras Nasional, yang memiliki target surplus beras 10 juta ton harus tercapai ditahun 2014.

Melalui Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan, dukungan tersebut sudah dapat dilihat dari berbagai kegiatan diantarannya, pengelolaan air irigasi, perluasan lahan, pengadaan alat dan mesin pertanian, pengadaan pupuk, pertisida serta pembiayaannya.

Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan Kotim, Zakatan, mengatakan dalam kegiatan PEDA ke 10 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Kabupaten Gunungmas, Kotim mengirim sebanyak 29 orang peserta inti serta sejumlah pembimbing pendamping. Dengan dengan segala kesiapan petani maupun nelayan yang dipercayakan sebagai Wakil Kotim, dirinya berharap mereka mampu membuktikan diri dengan membawa nama baik Kotim dengan kembali meraih prestasi di even bergengsi tersebut.

Ilham Syahhadi SSTV